Senin, 01 Juli 2013

Dernier Espoir (Harapan Terakhir)


Genre: Magic, love, education.
Terinspirasi dari 07 ghost, harry potter, Narnia, death note
Tokoh:
Alex constancio
Justin Bieber
Kim Tae Hee
Jaden Smith
Austin Mahone
Kim Bum
Bahasa Perancis
Bahasa Latin (Mantra)
Peperangan antara penguasa kegelapan dan Dunia sihir putih semakin memuncak, Raja kegelapan terus menghancurkan penyihir-penyihir hebat dari magiotan. Patih Raja Sihir Putih segera berlari menuju kediamannya, dia segera menyuruh sang istri bergerak cepat untuk membawa anak mereka pergi dari dunia sihir. Namun sayang saat membawa anak mereka pergi, putra mahkota penguasa kegelapan menembak istri patih penyihir putih. Spontan ayah bayi tersebut terbang dan menangkap bayi laki-laki yang terlempar dari rangkulan sang ibu. Tanpa ragu lagi sang pangeran kegelapan mengejar patih Antonio, namun patih Antonio sudah menghilang dari pandangan Pangeran kegelapan yang bernama Pangeran Sem. Seluruh penyihir putih di dunia magiotan telah musnah tak terkecuali raja dan ratu nya. Dunia yang seharusnya diisi dengan sihir kebaikan kini telah direnggut oleh para penjahat sihir. Mereka terus tertawa merayakan kemenangan mereka.
Sementara itu patih Antonio terus terbang menelusuri jagad raya menemukan planet bumi, tempat dimana adik perempuannya tinggal, dia yakin, bumi adalah tempat paling aman untuk menyelamatkan anak pertamanya yang bernama Alex Constancio, selain itu penyihir putih dari planet magiotan telah banyak yang pindah ke bumi, sehingga bumi adalah tempat yang paling cocok untuk Alex . Matanya begitu sembab mengingat sang istri telah tertembak para penjahat sihir dari dunia hitam. Dia hanya bisa berharap istrinya masih hidup. “Istri ku, setelah aku menyelamatkan bayi kita, aku akan kembali kesana untuk menolong mu. Aku berjanji!” Ucapnya dalam hati, disertai dengan banjiran air mata. Patih Antonio terus terbang dan terbang. Akhirnya setelah beberapa hari penerbangannya dia menemukan sebuah planet yang dia cari. Senyum tipis terkembang di bibirnya.
“Arguementi” Pangeran Antonio menggerakkan tangannya. Air sungai terangkat dan membentuk jet air. “Bawalah anakku ke adik ku Alyssia!” Perintah Patih Antonio.” nunc erue”
13 tahun kemudian, Alex Constancio tumbuh menjadi seorang remaja yang sangat tampan. Tantenya yang bernama Alyssia membesarkannya dengan penuh kasih sayang.
“Cio! Bangun!” Gadis cantik bernama Kim Tae Hee terus menggoyang-goyang tubuh remaja yang tidur terlelap.
“Argh…. 5 menit lagi kak! Aku masih ngantuk!” Tangan Cio menutup selimut nya dan……..
“Der…..” Lemari kaca milik Cio peach.
“Ha? Pecah? Cio… tangan mu!! Arg!!! Kim terus mengguncang-guncang tubuh adik kessayangannya itu.
“Iya-iya Kak! Cio bangun! Apa sih kak? Ganggu aja!” Matanya terbuka sedikit demi sedikit.
“Ha? Ada apa ni kak? Wah kakak, kenapa berantahin kamar ku? Kak Kim!!!!” Teriak Cio dengan kuat.
Kim, langsung mengambil bantal dan menyumpal mulut adiknya itu. “Kamu tu! Tangan mu  terus membuat barang di rumah ini melayang! Dasar penyihir ababil!” Teriak kakak nya itu.
“Oh, ababil ya kak?kakak tu yang ababil! Ni tangkap ni bantal!”
Mereka terus saling melempar bantal
                Austin yang mendengar kegaduhan dari kamar Cio penasaran apa yang sebenarnya terjadi.  Dengan kekuatan sihir dia mengayunkan tongkatnya” Adaperiat” Pintu kamar terbuka.
“Ada apa ini? kak Kim, Cio?” namun tidak ada respon
“accipe” Austin memutar tongkatnya dan 2 buah bantal terangkat “mittite” dua bantal itu pun mengarah ke dua saudara yang asik berperang.
Kim dan Cio merasakan kehadiran kekuatan magic, spontan mereka berdua menengok dan “Bah…..” Kedua bantal yang melayang tepat mengenai kedua wajah mereka
“Austin…..!” Gerang Kim dan Cio yang langsung lari mengejar Austin
“cadent” Putar tongkat Kim tepat di kaki Austin
“Brag….. Pyar… ” Austin terpental dan mengenai guci besar.
“Ada apa ini?” Mamah mereka tiba-tiba muncul dan menjewer Kim
“Ah, mamah! Ni bukan salah ku!” Kim terus memegang tangan mamahnya itu.
“Au…. Mah sakit!” Austin terus merintah kesakitan, kakinya berdarah terkena pecahan kaca! Dan kepalanya terkena sudut dinding rumah. Cio hanya tertunduk melihat Austin kesakitan seperti itu.
“Dan untuk kamu Cio,silahkan masuk ke kamar dan jangan keluar sampai besok pagi!” Ingat itu! Bentak mamah Alice.
“Loh, Mah, tapi kan bukan aku yang salah!”
“Oh, sampai 1 minggu kamu gak boleh keluar!” Alice mengayunkan tongkatnya mengobati luka anak kesayangannya itu.
“Argh…. Sial…!” Cio berjalan ke kamarnya.
 “Dan kamu Kim, Xbox dan tongkat sihir kamu  mamah sita!”
“Apa mah? Gak adil!”
“Sialan Lo! Dasar adik gak berguna!” Kim, berjalan menuju kamarnya.
                Di dalam kamar, Cio terus saja mendumal. Dia sangat membenci Austin, tapi bagaimanapun juga dia adalah adiknya, jadi dia harus tetap menghormatinya…!!!
“Argh Sial…..!” Dia melempar bantal ke dinding.
Dia sudah merasa sangat muak dengan Austin. “Kenapa dia adalah kakak ku? Kenapa bukan orang lain saja? Arghhhhhh…..”
“Andai saja aku dilahirkan tidak di dunia ini? pasti aku tidak akan bertemu dengannya!” Geram nya dalam hati.
Tiba-tiba, Cio melihat sekelebat cahaya putih masuk ke dalam kamarnya.
“Apa itu?” Dia langsung terbangun dan melihat sekeliling kamarnya.
“Alex Constancio, sekarang kamu sudah tumbuh dewasa, mom dan dad menunggu mu nak!” Terdengar suara yang sama sekali tidak dikenali Cio.
“Kamu siapa? Kamu dimana? Aku tidak mengenal mu!” Cio terus menatap sekeliling mencari sumber suara itu.
“Kami, orang tua mu nak! Arahkan jari mu ke dinding di depan mu! Kamu akan melihat kami”
“Apa? Tapi aku tidak bisa mengendalikan kekuatan ku, nanti kalau ada sesuatu dengan mu bagaimana?”
“Tidak akan, Nak, cepat, mom dan dan butuh kamu sekarang!”
Masih dengan keraguan Cio mengarahkan telunjuknya ke dinding kamar. Percikan cahaya keluar dari dindng tersebut dan terlihat ruangan yang pernah terlintas dalam mimpinya
“Ruangan apa ini? kalian dimana? Kenapa tidak muncul wajah kalian?”
“Ini ruangan kami ditahan nak, kami dibuat invisible oleh penguasa kegelapan, dan kami tidak bisa kabur dari sini! Kami butuh bantuan mu Cio, anak ku!” tiba-tiba terdengar suara gemeretak pasukan sihir.
“hey les gars, vous voulez fuir? Travaillez rapidement! (hey kalian, kalian mau kabur? Cepat kerja!)” “Burrrrrrrrrrrrrrrrr………. Der…….!” (suara tembakan sihir)
“ça alors, ainsi que nous allons travailler!” (ampun, baik kita akan kerja) gambar di dinding berubah menjadi hitam dan berkabut!
“Hey, kalian siapa? tunggu jangan menghilang dulu! Argh!!!” Cio benar-benar penasaran dengan suara asing itu. Dia sama sekali tidak mengenal suara itu.
“Siapa dia? Aku tidak mengenal suara itu, tapi aku merasa sangat nyaman mendengarnya. Dad and mom? Apa mereka kedua orang tua ku? Tapi bagaimana dengan mama Alice dan Papa Kim Bum? Rgh!! Siapa mereka?” kakinya terhempas ke bawah, kepalanya terasa sangat pusing.
“Argh…………….!” Cio berteriak sangat keras……… semua kaca di rumah pecah, pohin-pohon bertumbangan, dan langit cerah berubah menjadi hitam……
“Cioooo………..” Papah Kim Bum yang baru saja pulang dari kerja berlari menuju kamar anak angkatnya itu. Tangan Kim bum segera mengayunkan tongkatnya  ”Adaperiat”
“Cio…. Kamu tidak apa-apa ?” Kim bum segera berlari memeluk anaknya
“Pah!” Cio segera membalas pelukan hangat dari papahnya.
“Cio, kamu kenapa?” Tangan Kimbum mengangkat bahu anaknya dan menatap matanya.  Kim bum adalah keturunan dewa Zehel, jadi dia bisa membaca pikiran seseorang melalui matanya.
“Oh God, Apa ini saatnya? Tapi aku tidak tega melihatnya terus dibohongi!” Bisiknya dalam hati.
“Cio ada apa?” Alice terbang bersama sapu nya ke kamar Cio…
“Papah, sudah pulang?”
“Mah, ada yang harus kita omongin!” Kim bum menarik Alice keluar kamar, mereka pergi jauh dari kamar Cio, karena Cio dapat mendengar suara sekecil apapun.
                Sementara itu Kim Tae Hee, kakak perempuan Cio menghampirinya.
“Cio, kamu kenapa?” Ungkapnya mendekat di samping adiknya itu
“Gak tahu kak,aku bingung……”
“placida” Kim Tae Hee memutar tongkatnya diarahkan ke kepala Cio. Sedikit demi sedikit mata Cio tertutup dan dia tertidur di atas pangkuan Kim Tae Hee
“Tidur lah Cio….. maka kamu bisa tenang, kamu gak akan sedih lagi” Bisiknya dalam hati.
                Dua jam kemudian, Kim Bum menemukan Cio yang tengah tertidur dalam pangkuan Kim Tae Hee….. “Cio… kitae, Bangun…. Papah mamah! Mau menunjukkan sesuatu pada kalian!” Namun seperti biasa Cio dan Kitae tidak terbangun “expergiscere” Kim bum Mengayunkan telunjuknya dan mengarahkan pada kedua anaknya. Kim Bum tidak hanya mahir bersihir dengan tongkat, tapi dia juga bisa melakukan sohir dengan tangan kosong seperti dad and mom nya Alex Constancio.
“Iya, Pah, udah Bangun! Kim Tae Hee atau Kim atau Kitae langsung terperanjat bangun, sedangkan Cio terpental sangat jauh, untungnya sihir yang tak bisa dikendalikkan Cio keluar begitu saja dan menyelamatkan nyawanya. Diniding yang seharusnya sangat keras, berubah menjadi empuk seperti bantal.
“Papah, mau bicara sama Cio, kamu boleh keluar Kitae!”
“Ha? Kenapa harus keluar?!”
“Sudahlah! Nanti Papa kasih tahu” dengan lesu Kitae meninggalkan Kimbum dan Cio sendirian di kamar
“Cio….. Papah, mau member tahu kamu sesuatu! Tentang…”
“Tentang orang tua ku yang sebenarnya?”
“Iya”
“Aku udah tahu, kalian bukan orang tua aku yang sebenarnya! Iya kan?  Kenapa kalian bohong?” Cio beranjak dari tempat tidurnya dan berniat pergi
Tangan Kimbum segera berayun menutup pintu kamar “concluserat” “Papa!” Cio menoleh dan sekali lagi Kim Bum mengayunkan tangannya dan kali ini ditujukkan pada anaknya itu “Infirmor” dalam benaknya dia takut Cio akan marah, dan kekuatannya tak dapat dikendalikan.
“Cio, kemari!” Kim bum beranjak dari tempat duduknya dan menggenggam tangan Cio.
“Papa mau bohong lagi pada ku?”
“Gak Cio! Papa gak bakal bohong lagi sama kamu, papa gak mungkin bisa bohongi kamu lagi, kamu bisa baca pikran Cio! Jadi itu gak mungkin buat Papa bohongin kamu!” Jelasnya
“Ah, lepasin Pa! Cio mau sendiri!”
“Cio, dengerin papa dulu!” Bentak Kim bum pada anaknya itu. “Papa mau perlihatkan kamu foto dad, mom, dan kakak perempuan mu” Tangan Kim Bum berputar dan diacungkan telunjuknya pada dinding kamar Alex Constancio. Kabut putih memenuhi dinding itu, beberapa saat kemudian mucil gambar seorang wanita yang sangat cantik bersama dengan pria yang keren dan bayi perempuan yang sangat cantik.
Cio ternganga melihat wanita dan pria itu. “Mereka dad mom dan sister ku?” Ucap ku dengan mata berkaca-kaca.
“Iya Cio, dan itu kakak perempuan mu!” tunjuknya pada bayi perempuan dipangkuan wanita yang dipanggil mom.
“Apakah sekarang dia masih secantik itu?” Ucap Cio tetap memandang wanita itu.
“Iya, Cio! Penyihir tidak bisa menjadi tua. Pertuaan akan berhenti setelah berumur 23 tahun.”
“Lalu dimana mereka?” Ucap ku dengan bercucuran air mata
“Aku tidak tahu, tapi sewaktu kamu kecil dad kamu mengirim kamu kesini!”
“Apa? Jadi aku dibuang?”
“Enggak Cio, papah dengar ada peperangan dahsyat antara negeri kamu dan penguasa kegelapan, untuk menyelamatkan mu, harry mengirim kamu ke bumi dan dia kembali ke negeri magiotan untuk menyelamatkan ibu mu!”
“Sudah lah Pa, aku sudah paham, tanpa harus papa jelaskan secara panjang lebar!” Cio membaringkan badan ke kasur putih kesayangannya
“Aku berencana buat nyelamatin mereka Pa!”
“Apa? Gak boleh! Kekuatan mu masih sangat labil!”
Tanpa mendengar nasihat dari papa nya itu Cio beranjak pergi dan melompat dari jendela
“Cio tunggu!...............................”





Tidak ada komentar:

Posting Komentar