Well, guys.... selamat datang di web gue, web paling gaje seluruh dunia..... kali ini gue mau ngpost agama hindu budha di Indonesia #wih, jadi ahli sejarah ni.... udah ah gak usah banyak cingcong... kita langsung cus aja ya... selamat membaca
Agama
Hindu-Budha di Indonesia
Disususn oleh:
1. Aditya
Yuliananto (01)
2. Anissa
Fitri (03)
3. Bioli
Nindi Tiara Putri (05)
4. Defi
Ardia Pramesti (07)
SMA
NEGERI 1 PATI
Tahun
2012/2013
Halaman
Pengesahan
Makalah
yang berjudul “Perkembangan Agama dan Kerajaan
Hindu Budha di Indonesia” telah diajukan pada tanggal 21 Januari 2013.
Dengan susunan penyusun sebagai berikut:
1.
Aditya Yuliananti
2.
Anissa Fitri
3.
Bioli Nindi Tiara Putri
4.
Defi Ardia Pramestii
Disahkan
oleh:
Guru
Pembimbing:
Amal
Hamzah
DAFTAR
ISI
Judul……………………………………………………………………………….1
Halaman Pengesahan……………………………………………………………...2
Kata Pengantar………………………………………………………………….....4
Pendahuluan……………………………………………………………………….5
Jalur Perdagangan India Cina Melalui
Indonesia.....................................................6
Teori Masuk dan Berkembangnya Agama serta Kebudayaan
Hindu-Budha ke Indonesia……………………………………………………………………….….6
Kerajaan Kutai….…………………………………………………………………8
Kerajaan Tarumanegara………………………………………………………….11
Kerajaan Holing………………………………………………………………….12
Kerajaan Melayu…………………………………………………………………13
Kerajaan Sriwijaya……………………………………………………………….17
Penutup…………………………………………………………………………...22
Lampiran…………………………………………………………………………23
Daftar Pustaka……………………………………………………………………29
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayahnya kepada kami semua.
Sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.
Penulisan Makalah ini bertujuan
agar pembaca dapat memperluas ilmu pengetahuan tentang sejarah perkembangan
agama Hindu-Budha di Indonesia. Penyusunan makalah ini didasarkan pada sumber
informasi dan referensi yang kami temukan.
Makalah ini disususun atas kerjasama dari kelompok
pertama yang beranggotakan Aditya Yuliananto, Anissa Fitira Ningrum, Bioli
Nindi Tiara Putri, dan Defi Ardia Pramesti, atas petunjuk dan bimbingan guru sejarah
kami yang bernama Bapak Amal Hamzah.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat
memberikan informasi tentang sejarah berkembangnya agama Hindu-Budha di
Indonesia,
BAB
1
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Agama
Hindu-Budha bukan berasal dari Negara Indonesia, melainkan berasal dari Negara
India. Para pedagang India datang beserta membawa Agama Hindu-Budha beserta
kebudayaannya. Dan ajaran tersebut mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.
Berhubung dengan tersiarnya Agama Hindu-Budha sedikit demi sedikit kepercayaan
Animisme dan Dinamisme hilang.
Dengan
tersebarnya Agama Hindu-Budha dari India sistem pemerintahan di Indonesia pun
juga berkiblat pada negara India. Sebagai bukti pemerintahan primus interperes
sudah ditiadakan, diganti dengan system pemerintahan kerajaan. Dimana
kekuasaan hanya boleh dipegang oleh
keturunan raja. Selain itu dalam dunia sosial dikenal dengan adanya kasta.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana agama Hindu-Budha dapat
masuk ke Indonesia?
2. Bagaimana system politik di Indonesia
zaman Kerajaan Hindu Budha di Indonesia?
3. Apa yang menjadi petunjuk adanya
Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia
C. Tujuan
1. Menjelaskan kronologi masuknya Agama
Hindu-Budha di Indonesia
2. Menjelaskan system politik zaman
Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia
3. Memberikan petunjuk yang
mengungkapkan adanya Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Teori
Masuk dan Berkembangnya Agama serta Kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia
1. Jalur
perdagangan India-Cina melalui Indonesia
Indonesia
merupakan Negara kepulauan yang dihubungkan oleh selat dan laut. Selat dan laut
tersebutlah yang mendorong terjadinya pelayaran yang mendorong perdagangan,
tidak hanya di suatu daerah tapi di luar daerah bahkan luar negeri.
Sejak
ditemukan jalan melalui laut antara Cina dan Romawi, hubungan dagang mereka pun
semakin kuat. Sehingga rute yang dilewati oleh para pedagang dari Cina maupun
Romawi terdorong untuk ikut berdagang dengan pedagang dari Negara lain. Salah
satu Negara yang berada dalam rute tersebut adalah Indonesia, maka tidak heran
apabila terjadi hubungan dagang antara kerajaan-kerajaan di Indonesia dengan
Cina beserta India, karena posisi Indonsia yang strategis yakni di
tengah-tengah jalur perdagangan Cina dan Romawi.
2. Teori
Masuk dan Berkembangnya Agama serta Kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia
Melalui
hubungan perdagangan, berkembanglah kebudayaan dan agama yang dibawa oleh
pedagang. Salah satunya adalah para pedagang India menyebarkan agama Hindu dan
Budha yang kemudian dianut oleh para raja dan bangsawan. Dari lingkungan
tersebutlah agama tersebut menyebar ke lingkungan masyarakat.
a.
Penyiaran Agama Budha di Indonesia
Penyiaran
agama Budha lebih dahulu dari agama Hindu. Dalam peneybarannya agama Budha
mengenal istilah Dharmadhuta. Tersiarnya agama Budha diperkirakan sejak abad 2
Masehi, dibuktikan dengan arca Budha perunggu di Jember., Jawa Timur, dan
Sulawesi Selatan. Selain itu juga ditemukan arca batu di Palembang.
b.
Penyiaran Agama Hindu di Indonesia.
Agama hindu di
Indonesia di sebarkan oleh kaum pedagang, baik itu pedagang India yang datang
ke Indonesia atau pedagang Indonesia yang datang ke India.Selain itu juga
dikemukakan teori tentang tersebarnya agama Hindu di Indonesia yakni:
¨
Teori Sudra: Persebaran agama Hindu di
Indonesia dibawa oleh orang berkasta sudra, karena merekadianggap sebagai orang
buangan.
¨
Teori Waisya: Persebaran agama hindu di
Indonesia dibawa oleh orang-orang berkasta waisya, mereka adalah parapedagang
di Indonesia dan menetap, bahkan menikahi wanita setempat.
¨
Teori Ksatria: Persebaran agama Hindu di
Indonesia dibawa oleh orang-orangyang berkasta ksatria. Hal ini karena adanya
kekacauan politik di India atau terjadi perang, oleh karena itu para ksatria
yang kalah melarikan diri ke Indonesia. Lalu mereka mendirikan
kerajaan-kerajaan dan menyebarkan agama Hindu.
¨
Teori Brahmana: Persebaran agama Hindu
dilakukan oleh kaum Brahmana.kedatangan mereka untuk memenuhi undangan kepala
suku yang tertarik pada agama hindu. Dan kaum brahmana lah yang menyebarkan
agama Hindu.
Dari
keempat teori tersebut, teori Brahmana lah yang dianggap paling benar, Karena
terdapat berbagi bukti:
·
Agama Hindu bukan agama yang
demokratis,penyebaran agama menjadi monopoli kaum brahmana. Sehingga hanya kaum
brahmana yang berhak menyebarkan dan menyiarkan agama Hindu.
·
Prasati yang ditemukan di Indonesia
berbahasa sanksekerta. Di India bahasa tersebut digunakan dalam kitab suci dan
upacara keagamaan. Jadi hanya kaum brahmana yang memahami bahasa tersebut.
B. Kerajaan-Kerajaan
Hindu-Budha di Indonesia
1.
Kerajaan Kutai
a.
Lokasi
Kutai
Martadipura adalah
kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri
sekitar abad ke-4. Kerajaan ini terletak diMuara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam.
b. Penamaan
Nama Kutai diberikan oleh para
ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan
eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan
nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh.
c. Sejarah
Informasi yang ada diperoleh
dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang
berasal dari abad ke-4. Ada tujuh buah yupa yang
menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan
Kutai. Yupa adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tugu peringatan yang dibuat
oleh para brahman atas kedermawanan raja Mulawarman. Dalam agama hindu sapi
tidak disembelih seperti kurban yang dilakukan umat islam. Dari salah satu yupa
tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu
adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa
karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.
Berikut
adalah tulisan yang terdapat dalamprasati Yupa
|
śrīmatah śrī-narendrasya;
kuṇḍuṅgasya mahātmanaḥ; putro śvavarmmo vikhyātah; vaṅśakarttā yathāṅśumān;
tasya putrā mahātmānaḥ; trayas traya ivāgnayaḥ; teṣān trayāṇām pravaraḥ;
tapo-bala-damānvitaḥ; śrī mūlavarmmā rājendro; yaṣṭvā bahusuvarṇnakam; tasya
yajñasya yūpo ‘yam; dvijendrais samprakalpitaḥ.
|
”
|
Artinya:
|
Sang Mahārāja Kundungga, yang
amat mulia, mempunyai putra yang mashur, Sang Aśwawarmman namanya, yang
seperti Angśuman (dewa Matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang
Aśwawarmman mempunyai putra tiga, seperti api (yang suci). Yang terkemuka
dari ketiga putra itu ialah Sang Mūlawarmman, raja yang berperadaban baik,
kuat, dan kuasa. Sang Mūlawarmman telah mengadakan kenduri (selamatan yang
dinamakan) emas-amat-banyak. Untuk peringatan kenduri (selamatan) itulah tugu
batu ini didirikan oleh para brahmana.
d. Raja-Raja yang terkenal saat memerintah Kerajaan
Kutai
1.
Kudungga
Kudungga adalah ayah dari
Aswawarman. Kudungga berasal dari Kerajaan Campa di Kamboja yang datang ke
Indonesia, namun Kudungga sendiri belum menganut agam Budha
2.
Aswawarman
Aswawarman adalah Anak Raja
Kudungga.Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga
diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga. Aswawarman memiliki
3 orang putera, dan salah satunya adalah Mulawarman.
3. Mulawarman
Mulawarman adalah anak dari Aswawarman dan cucu
Kudungga. . Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman,
Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir
seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.
b. Berakhir
Kerajaan Kutai berakhir saat Raja
Maharaja Dharma Setia tewas
dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran
Anum Panji Mendapa. Perlu
diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang saat itu ibukota
di Kutai Lama (Tanjung Kute).
Kutai Kartanegara inilah, di
tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya
menjadi kerajaan Islam. Sejak tahun 1735 kerajaan Kutai Kartanegara yang semula
rajanya bergelar Pangeran berubah
menjadi bergelar Sultan (Sultan Aji Muhammad Idris) dan hingga sekarang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.
Nama-Nama Raja Kutai
·
Maharaja
Kudungga, gelar anumerta Dewawarman (pendiri)
·
Maharaja
Aswawarman (anak Kundungga)
·
Maharaja
Mulawarman (anak Aswawarman)
·
Maharaja
Marawijaya Warman
·
Maharaja
Gajayana Warman
·
Maharaja
Tungga Warman
·
Maharaja
Jayanaga Warman
·
Maharaja
Nalasinga Warman
·
Maharaja
Nala Parana Tungga
·
Maharaja
Gadingga Warman Dewa
·
Maharaja
Indra Warman Dewa
·
Maharaja
Sangga Warman Dewa
·
Maharaja
Candrawarman
·
Maharaja
Sri Langka Dewa
·
Maharaja
Guna Parana Dewa
·
Maharaja
Wijaya Warman
·
Maharaja
Sri Aji Dewa
·
Maharaja
Mulia Putera
·
Maharaja
Nala Pandita
·
Maharaja
Indra Paruta Dewa
·
Maharaja
Dharma Setia
1.
Kerajaan Tarumanegara
A.
Lokasi Kerajaan
Terletak
di wilayah Jawa Barat,dengan pusat di sekitar daerah Bogor. Wilayah kekuasaan
Kerajaan Tarumanegara meliputi: daerah Banten, Jakarta, sampai perbatasan
Cirebon. Jadi dapat diperkirakan, pada saat pemerintahan Raja Purnawarman
wilayah Kerajaan Tarumanegara hamper menguasai seluruh wilayah Jawa Barat.
B.
Sumber Sejarah
a.
Berita Asing
Berita
Cina dari zaman Dinasti T’ang menyebutkan bahwa seorang pendeta bernama Fa-Hien
terdampar di Pantai Utara Pulau Jawa ketika ia hendak kembali ke Cina dari
India. Dalam catatan perjalanannya dia menyebutkan daerah pantai utara pulau
jawa bagian barat telah mendapat pengaruh agama Hindu, dan diduga itu adalah
wilayah Kerajaan Tarumanegara.
b.
Sumber Sejarah
Sumber
sejarah Kerajaan Tarumanegara berasal dari prasasti atau sumber asing. Prasati
yang menceritakan tentang Kerajaan Tarumanegara adalah: Prasasti Ciaruteun
(Ciampea Bogor), Prasati Kebon Kopi (Bogor), Prasasti Jambu (Bogor), Prasasti
Muara Cianten (Bogor), Prasasti Tugu (Jakarta Utara), Prasasti Pasir Awi
(Leuwiliang), Prasasti Munjul (Banten).
Prasasti
tersebut menggunakan huruf pallawa dan bahasa sanksekerta, dalam penulisan
prasasti tersebut tidak ada penulisan tahun. Untuk menentukan tahun
pembuatannya, maka para sejarawan membandingkan tulisan prasasti tersebut
dengan prasasti Inidia. Dari perbandingan tersebut prasasti itu dibuat pada abad
ke-5 Masehi.
C.
Kehidupan Politik
Berdasarkan sumber dari
prasasti yang ditemukan raja dari Kerajaan Tarumanegara hanyalah Raja
Purnawarman. Hal ini karena tidak adanya sumber yang menyatakan raja sebelum
atau sesudah Raja Purnawarman
2.
Kerajaan Holing
a.
Lokasi kerajaan
Letak
kerajaan Holing hingga kini belum dapat diketahui dengan pasti. Beberapa
pendapat yang menyatakan letak kerajaan Holing:
1. Menurut
berita Cina: berita Cina yang berasal dari Dinasti T’ang menyebutkan bahwa
letak Kerajaan Holing berbatasan dengan laut sebelah selatan, Ta-Hen-La
(Kamboja) di sebelah utara, Po-Li (Bali) sebelah timur, dan To-Po-Teng di
sebelah barat. Nama lain dari Holing adalah Cho-Po (Jawa), sehingga dapat
disimpulkan bahwa Kerajaan Holing terletak di Pulau Jawa, tepatnya Jawa Tengah
2. Menurut
J.L. Moens menentukan letak Kerajaan Holing meninjau dari segi perekonomian,
yaitu pelayaran dan perdagangan. Menurutnya, Kerajaan Holing selayaknya
terletak di tepi selat Malaka, yaitu semenanjung Malaka. Alasannya, selat
Malaka merupakan selat yang sangat ramai dalam aktivitas pelayaran perdagangan
saat itu. Pendapat J.L. Moens diperkuat dengan ditemukannya suatu daerah di
semenanjung Malaya bernama daerah Keling
b.
Sumber sejarah
Satu-satunya
sumber sejarah yang menyatakan tentang kerajaan Holing adalah berita dari Cina.
Berita ini datang dari pendeta I-tsing yang menyebutkan bahwa seorang temannya
bernama Hui-Ning dengan pembantunya bernama Yunki pergi ke Holing tahun 664/665
M untuk mempelajari agama Budha. Ia juga menerjemahkan kitab suci agama Budha
dari bahasa Sansekerta ke bahasa Cina dengan dibantu oleh pendeta agama Budha
dari Holing bernama Janabhadra. Menurut keterangan dari Dinasti Sung, kitab
yang diterjemahkan oleh Hui-Ning adalah bagian terakhir dari kitab Varinirvana yang mengisahkan tentang
pembukaan jenazah Sang Budha.
Disamping
itu, diberitakan bahwa kerajaan Holing telah beberapa kali mengirim utusan ke
Cina. Dari berita itu, dikatakan bahwa kerajaan Holing telah menjalin hubungan
yang sangat luas, walaupun secara politis kedudukannya tidak tinggi
c.
Kehidupan politik
Berdasarkan
berita Cina disebutkan bahwa kerajaan Holing diperintah oleh seorang raja putri
bernama Ratu Sima. Pemerintahan Ratu Sima sangat keras tetapi adil dan
bijaksana. Rakyat tunduk dan taat dengan segala perintah Ratu Sima. Tidak
seorangpun rakyat atau pejabat kerajaan yang berani melanggar segala
perintahnya
4.
Kerajaan melayu
Kerajaan ini bercorak agama Budha di Sumatera.
Kerajaan ini dapat digolongkan menjadi kerjaan tertua di Inonesia, karena
kerajaan ini mempunyai kedudukan yang istimewa dalam perkembangan sejarah
Indonesia. Kerajaan ini diperkirakan berpusat di daerah Jambi yaitu di kanan
kiri Sungai Batanghari. Pada sungai ini ditemukan peninggalan purba seperti
candi, arca, dll.
·
|
”
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar